TURBINSU- Menkopolhulkam Wiranto menanggapi perkataan Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang berbicara mengenai rekonsiliasi lebih tepat dengan memberikan kesempatan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali ke Tanah Air.
Wiranto menjawab dengan mengatakan Dahnil ibarat lempar batu sembunyi tangan terhadap wacana rekonsiliasi. "HRS itu pergi sendiri, tidak ada yang menyuruh pergi,"
loading...
Selain itu, Wiranto juga menegaskan tak ada kriminaliasasi terhadap HRS. Sehingga, apa alasan Dahnil meminta stop kriminalisasi ulama, ulama yang mana imbuh Wiranto.
"Menurut saya demo berjilid-jilid, SARA, hoaks dan fitnah yang TMS itu justru yang sebenarnya (tindakan) kriminslisasi," ungkapnya.
Untuk itu, Wiranto meminta kepada Dahnil dan pihak-pihak lain berhenti menuding pemerintah dengan istilah kriminalisasi. Sebaliknya, politik identitas yang muncul selama ini harus menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia yang harus diselesaikan karena dampaknya yang luar biasa terhadap keutuhan NKRI.
loading...
Politikus Partai Hanura sekaligus menjabat sebagai menteri itu menuturkan, rekonsiliasi itu sebaiknya dimaknai bagaimana semua elemen masyarakat, elite politik dan pemerintah bersama-sama kembali membangun bangsa, bukan untuk bagi bagi kekuasaan, apalagi bicara intervensi kasus hukum.
"Soal menurunkan tensi politik, itu niatnya harus dari kedua belah pihak. Harus dengan niat kebangsaan bukan bargaining position. Gagal paham itu kalau bicara masih dengan gaya seperti itu. Tinggalkan sikap arogan dan tidak bijak, stop menuding-nuding," tandasnya.
